Semarang 4 Mei 2026 media lidik krimsus ri .com_DPR RI Komisi X bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) kembali menggelar kegiatan Peningkatan Kapasitas Pengguna Riset dan Inovasi pada Masyarakat bidang kebencanaan. Kegiatan berlangsung Senin, 4 Mei 2026 di Hotel Metro Park View Semarang dan dihadiri kurang lebih 100 peserta dari berbagai komunitas relawan kebencanaan se-Jawa Tengah.
Hadir dalam kegiatan ini antara lain BAZNAS Tanggap Bencana, Brigade Siaga Bencana, FPRB Kota Semarang, Pelopor Perdamaian Kota Semarang, Badan Rescue NasDem, Media Bhayangkara Perdana News, Media Lidik Krimsus RI, serta Lembaga Informasi Data Investigasi Korupsi dan Kriminal Khusus Republik Indonesia ( Lidik Krimsus RI) Divisi Kebencanaan : Rescue Lidik Krimsus RI. diketuai saudara Steven

Wakil Ketua MPR RI/DPR RI Komisi X, Lestari Moerdijat, dalam sambutannya menegaskan pentingnya sinergi relawan dengan dinas terkait dalam upaya mitigasi bencana berbasis riset.
Relawan diharapkan bisa bekerja sama dengan dinas terkait untuk melakukan mitigasi bencana lewat kajian atau riset seperti yang dilakukan oleh BRIN. Hasil riset jangan berhenti di jurnal, tapi harus turun ke masyarakat,”_ tegas Lestari Moerdijat.
Sesi pemaparan materi diisi oleh Dr. Soni Aribowo dari BRIN yang menyampaikan hasil riset terkait bencana gempa bumi akibat pergerakan lempeng dan patahan tanah. Dr. Soni berharap para relawan dapat menjadi jembatan agar hasil riset tersebut membantu mitigasi bencana untuk masyarakat luas.

Sorotan Materi: Belajar dari Sejarah Gempa Besar
Dalam arahannya, Dr. Soni Aribowo memaparkan beberapa contoh gempa dahsyat sebagai pembelajaran mitigasi:
1. Gempa Tohoku Jepang, 11 Maret 2011: Kekuatan 9,0 Magnitudo memicu tsunami besar. Menurut Survei Geologi AS (USGS), ini merupakan gempa terbesar dalam sejarah modern Jepang.
2. Gempa Aceh, 26 Desember 2004: Kekuatan 9,1–9,3 Magnitudo mengguncang lepas pantai Sumatra dan memicu tsunami lintas negara.
3. Skala Kerusakan: Gempa berkekuatan Magnitudo 7,0–7,9 tergolong gempa besar yang mengakibatkan kerusakan sangat serius pada infrastruktur dan korban jiwa.
Dr. Soni menjelaskan bahwa pergeseran lempeng bumi yang menyebabkan patahan tanah berpotensi menimbulkan gempa berskala tinggi. Karena itu, pemahaman berbasis riset dan inovasi menjadi kunci mitigasi.

Komitmen DPR RI Komisi X
Melalui kegiatan ini, DPR RI Komisi X menunjukkan kepedulian tinggi terhadap mitigasi bencana, khususnya ancaman gempa bumi akibat patahan aktif. Peningkatan kapasitas relawan berbasis hasil riset BRIN diharapkan memperkuat kesiapsiagaan masyarakat Jawa Tengah yang berada di zona rawan bencana hidrometeorologi dan geologi.
Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi dan rencana tindak lanjut kolaborasi antara relawan, BRIN, dan BPBD setempat untuk diseminasi hasil riset kebencanaan hingga tingkat kelurahan.
( red – Humas Lidik Krimsus RI/ Steven)
